Ngeri..!!! Setelah Lihat Ini, Apa Kamu Masih Mau Beli Air Mineral di Pinggir Jalan?

shares |


TRIIBUNNEWS.COM - Setelah Lihat Ini, Apa Kamu Masih Mau Beli Air Mineral di Pinggir Jalan | Beredarnya video seorang pria yang menuangkan air ke dalam botol minuman bekas kembali mengejutkan para pengguna media sosial. Banyak netizen mempertanyakan kualitas air yang disimpan dalam kardus, apalagi lelaki itu juga mencuci tangannya dengan air yang sama.

Aksi pria itu terekam dalam kamera seorang netizen yang kemudian diunggah ke media sosial. Tanpa menunggu lama, video berdurasi 42 detik dan langsung menjadi viral usai dibagikan sampai ribuan kali.

Tidak sedikit yang mengeluhkan kualitas air mineral yang beredar di jalanan ibu kota, ada yang menuduh dia sebagai pedagang culas karena menggunakan air tak layak konsumsi untuk dijual kembali. Ada pula yang meminta agar kelakuan pria itu dilaporkan ke polisi.

“Waah pedagang nakal nich. Curang menjijikkan,” tulis Kusumajaya Part II.

“Harus dilaporkan polisi, ini kasus penipuan,” jawab Rudi Ang.

Dalam video itu, pria itu membuang terlebih dulu air yang masih tersisa di dalam botol.

Setelah itu, dia langsung menuangkan air ke dalam botol tersebut dengan menggunakan gelas plastik. Beres menuangkan air, dia malah mencuci tangannya di tempat yang sama.

Isu soal kualitas air minuman dalam kemasan tak hanya sekali ini terjadi. Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat pernah mengungkap kecurangan pedagang es teh di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Para pedagang itu menjual minuman dengan menggunakan air limbah diduga berasal dari air tetesan rel yang mengalir ke drainase.

Terungkapnya kasus tersebut berawal saat Satpol PP Jakarta Pusat melakukan razia rutin terhadap pedagang lima di sekitar kawasan Monas.

Saat penertiban berlangsung para pedagang asongan maupun pedagang kaki lima berhamburan menghindari petugas.

“Saat petugas melakukan penertiban semua pedagang lari, nah kita curiga pedagang-pedagang (pedagang es teh) itu selalu lari ke titik yang sama,” jelas Kepala Satgas Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat, Hari Apriyanto kepada merdeka.com, Sabtu (12/3).

Curiga melihat keanehan tersebut akhirnya petugas mengikuti mereka. Sampai akhirnya petugas memergoki seseorang sedang mengemas teh yang akan dijual tapi airnya dari tampungan drainase. Saat itu, kata Hari, petugas mendapati jeriken berisikan air, satu buah baskom dan beberapa gelas, bahkan dia mengatakan jerikennya sangat kotor.

“Jerikennya bahkan lebih kotor dari jeriken yang biasa buat minyak tanah,” katanya.

Petugas pun langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti yang ditemukan di lokasi ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat.

Merdeka.com juga menemukan beberapa fakta beredarnya air mineral palsu dalam kemasan botol. Para penjual nakal air mineral palsu menggunakan botol-botol plastik bekas dari tempat penampungan.

Botol-botol tersebut kemudian dibersihkan agar nampak seperti baru. Setelah itu mereka mengisinya dengan menggunakan air dari sumber tidak jelas.

Seorang penampung botol-botol bekas di Tanah Abang juga mengakui kerap ada orang yang membeli botol-botol plastik bekas untuk dijadikan kemasan baru. “Kami jual botol bekas buat daur ulang. Tapi ada juga yang kadang beli buat diisi air lagi terus dijual.

 Enggak banyak paling beli 5 karung sekitar 20 kiloan. Satu kilo kami jual Rp 5 ribu,” kata penampung botol bekas yang tak mau disebutkan namanya.

Informasi dari penampung botol bekas di bilangan Ciputat menyebutkan kalau air mineral palsu bisa nampak bening dengan mencampurkan borak dan tawas. “Air sumur saja sudah bahaya kalau enggak dimasak. Apalagi pakai air kali dan air comberan.

Itu air bisa kelihatan bersih kalau dicampur borak sama tawas. Parah dah,” kata penampung botol bekas yang enggan disebutkan namanya.

Pengurus harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Eliyani mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan banyaknya air minum kemasan tidak memenuhi standarisasi. “Ada beberapa merek yang belum belum memenuhi standar.


Juga ditemukan air minum isinya ternyata bukan dari produsen. Airnya sudah terkontaminasi dan sangat berbahaya. Biasanya dijual di tempat-tempat terbuka,” ungkap Eliyani.

Sumber :  (merdeka.com) | ( http://populerkan.id )

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar