10 Orang Terkaya di Indonesia, Hartanya Tak habis Sampai 7 Turunan Siapa Saja Mereka?

shares |

10 Orang Terkaya di Indonesia, Hartanya Tak habis Sampai 7 Turunan


10 Orang Terkaya di Indonesia, Hartanya Tak habis Sampai 7 Turunan - Kerja keras, kejelian mengambil peluang, keberuntungan, dan berbagai hal lainnya membuat seseorang bisa kaya raya. Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang memiliki sejumlah orang dengan kesuksesan finansial hingga triliunan.

Lalu, siapa saja 10 orang terkaya di Indonesia

10. Mochtar Riady dan keluarga (Rp25 triliun)

Mochtar Riady dan keluarga (Rp25 triliun)

Dikenal melalui Lippo Group

Mochtar Riady

Perusahaan yang dipimpin bersama keluarganya ini bergerak di beragam bidang seperti pembangunan mall, hotel, rumah sakit, dan bisnis properti lainnya.

Kini Lippo Group dikelola oleh kedua anaknya yaitu James dan Stephen Riady.
Pada bulan Maret 2016 Mochtar bersama grupnya bekerja sama dengan raksasa jasa transportasi daring di Asia Tenggara yaitu Grab.

Melalui Bank Nobu, perusahaan ini akan bergerak menuju perbankan digital yang dipimpin oleh cucu dari Mochtar yaitu John Riady.

Selain itu John juga memimpin perusahaan e-commerce di Indonesia dengan nama MatahariMall.

9. Murdaya Poo (Rp28 triliun)

Murdaya Poo (Rp28 triliun)

Dikenal melalui Jakarta International Expo

Selain memiliki salah satu tempat konvensi terbesar dan terbaik di Jakarta, Murdaya Poo juga dikenal melalui Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang kelapa sawit, perencanaan pembangunan, serta Informasi dan Teknologi (IT).

Murdaya memulai kariernya sebagai penjual koran hingga akhirnya memiliki berbagai bisnis dan menjadi salah satu orang paling kaya di Indonesia.

Selain itu ia pernah menjadi penyuplai sepatu asal Amerika Serikat bermerek Nike.

8. Tahir (Rp39 triliun)       

Tahir (Rp39 triliun)

                

Dikenal melalui Mayapada Group

Tahir bersama perusahaannya yang dibentuk tahun 1986 bergerak di bidang kesehatan seperti rumah sakit, finansial melalui Bank Mayapada, lahan yasa, retail, serta media melalui koran Guo Ji Ri Bao dan majalah Forbes Indonesia.

Selain melakukan bisnis di beragam bidang, Tahir dikenal melalui donasi yang diberikannya kepada krisis pengungsi di tahun 2016.

7. Boenjamin Setiawan dan keluarga (Rp44 triliun)

Boenjamin Setiawan dan keluarga (Rp44 triliun)

Dikenal melalui Kalbe Farma

Pada tahun 1966 Boenjamin beserta keluarganya mendirikan sebuah perusahaan medis yang menjual obat-obatan bernama Kalbe Farma.

Kesuksesan finansial mengikuti dan pada tahun 1989, ia mendirikan rumah sakit Mitra Keluarga yang memiliki cabang di pulau Jawa.

Pria yang mengawali kariernya sebagai dokter ini memutuskan untuk berusaha, mengikut hasrat awalnya.
Pada awalnya Boenjamin bersama rekan-rekannya membangun perusahaannya di sebuah garasi.
Di tempat itu juga ia membuat obat-obatan.

6. Chairul Tanjung (Rp63 triliun rupiah)

Chairul Tanjung (Rp63 triliun rupiah)

Dikenal melalui Trans Corp

CT Corp adalah perusahaan pimpinan anak seorang jurnalis yang bergerak di berbagai bidang ini.
Salah satu yang paling dikenal adalah Trans Corp dengan media berupa stasiun televisi Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia, serta Detik.com sebagai media daring.

Chairul juga berusaha di bidang retail seperti pasar swalayan Trans Carrefour, Metro Departemen Store, serta tempat rekreasi yaitu Trans Studio Bandung dan Makassar. 
 
Ia juga bekerja sama dengan berbagai waralaba yaitu restoran Wendy’s dan Coffe Bean, toko busana Versace, Mango, dan Jimmy Choo.

Sedangkan dalam dunia perbankan ia memiliki Bank Mega dan ke depannya memiliki rencana untuk meluncurkan media CNBC di Indonesia.

5. Sri Prakash Lohia (Rp67 triliun)

Sri Prakash Lohia (Rp67 triliun)

Dikenal melalui Indorama

Pada tahun 1975 Indorama didirikan oleh Sri Prakash Lohia bersama ayahnya.
Dahulu perusahaan ini membuat putaran benang kemudian berkembang di produk industri lainnya seperti bahan baku plastik berbahan polimer, poliester, kain, sarung tangan medis, hingga pupuk.

Perusahaannya sendiri terbagi menjadi delapan, termasuk yang mengurus industri, petrokimia, hingga lahan yasa.

Dahulu Lohia fokus kepada produksi bahan dasar botol plastik, kini ia menjadi salah satu orang terkaya, ketua perusahaan, membuat pabrik di Afrika, dan tinggal di London.
Urusan sehari-hari Indorama diurus oleh anaknya yaitu Amit, sedangkan adik Lohia yaitu Aloke memimpin perusahaannya sendiri di Thailand.

4. Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Rp75 triliun)

Eka Tjipta Widjaja dan keluarga (Rp75 triliun)

Dikenal melalui Sinar Mas Land

Datang ke Indonesia di umur 9 tahun dari Tiongkok, Eka Tjipta Widjaja kemudian mengawali kariernya pada 17 tahun dengan menjual biskuit.

Ia memiliki aset besar di industri minyak kelapa sawit melalui Golden Agri Resources yang dikelola oleh kedua anaknya yaitu Franky dan Muktar.

Bisnis lain yang cukup dikenal adalah di bidang properti melalui Sinar Mas Land.

Dengan rencana membangun kota digital pertama di Indonesia pada tahun 2017, beberapa pembangunannya adalah BSD Citry di Tangerang, Li Shu Jin Du di Chengdu, Tiongkok, Grand ITC Permata Hijau, dan Grand Hyatt Jakarta.

3. Anthoni Salim dan keluarga (Rp76 triliun)

Anthoni Salim dan keluarga (Rp76 triliun)


Dikenal melalui Indofood

Anak dari Liem Sioe Liong yang menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1938 dari Tiongkok.
Anhoni Salim memimpin Salim Group yang begerak di berbagai bidang seperti tambang batu bara di New South Wales dan membangun pabrik mi instan di Serbia.

Bersama keluarganya ia dikenal melalui Indofood yang menjual berbagai produk makanan seperti camilan Chitato, mi instan Indomie, dan susu Indomilk.

Kin Axton Salim sebagai anaknya menjadi direktur di Indofood.
Keterlibatan bisnis lain yang diikuti oleh keluarga Salim menyangkut beragam bidang seperti otomotif, telekomunikasi, properti, retil, dan perbankan.

2. Susilo Wonowidjojo dan keluarga (Rp95 triliun)

Susilo Wonowidjojo dan keluarga (Rp95 triliun)

Dikenal melalui Gudang Garam

Orang terkaya nomor dua di Indonesia ini memiliki perusahaan rokok kretek yang bernama Gudang Garam.
Perusahaan ini memproduksi sekitar 70 miliar per tahunnya dan mempekerjakan 36.900 pegawai.
Walaupun mengalami tekanan dari kebijakan pemerintahan Indonesia, keuntungan meningkat sekitar 8% dan 19% di tahum 2015.

Gudang Garam ditemukan pada tahun 1958 dan sempat dipimpin oleh Rachman Halim sebagai kakak dari Susilo hingga meninggal di 2008.

Akhirnya sejak 2009 Susilo menjadi presiden direktur dari perusahaan asal Kediri, Jawa Timur ini.

1. R. Budi dan Michael Hartono (Rp229 triliun)

R. Budi dan Michael Hartono (Rp229 triliun)


Dikenal melalui Djarum

Hartono bersaudara telah menempati posisi ini selama delapan tahun berturut-turut melalui perusahaan rokok Djarum dan juga investasi di Bank Central Asia (BCA).

Kekayaannya sendiri mencapai ratusan triliun memberikan jarak cukup jauh dengan peringkat dua.
Victor Hartono sebagai anak dari Budi mewariskan Djarum dan memimpin perusahaan rokok kretek yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah ini.

Sedangkan anak lainnya yaitu Armand Hartono bekerja sebagai direktur BCA. (IntisariOnline/Bramantyo Indirawan)

Sumber : 
http://style.tribunnews.com/2016/12/29/10-orang-terkaya-di-indonesia-2016-hartanya-tak-habis-sampai-7-turunan

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar