Begini Tindakan Dinas Pariwisata Jepara Antisipasi Pemilik Warung Makan ‘Nakal’ di Area Pantai Bandengan, Hebat..!!!

shares |

Begini Tindakan Dinas Pariwisata Jepara Antisipasi Pemilik Warung Makan ‘Nakal’ di Area Pantai Bandengan, Hebat..!!! -  Jepara – Tindakan ‘nakal’ pemilik warung Bu Riyanti yang memberlakukan harga makan dan minuman tidak wajar hingga tembus Rp 2 juta, mendapat perhatian serius Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jepara.


Begini Tindakan Dinas Pariwisata Jepara Antisipasi Pemilik Warung Makan ‘Nakal’ di Area Pantai Bandengan, Hebat..!!!


Selain merugikan Pemkab Jepara, karena mencemarkan namaPantai Bandengan, tindakan tidak terpuji salah satu warung kini juga sudah jadi viral di dunia maya. Bahkan, hal itu sudah menjadi konsumsi publik dan dunia. Karena itu, pihak dinas langsung memanggil seluruh pemilik warung makan di area Pantai Bandengan. Itu dilakukan sebagai langkah pembinaan supaya kejadian serupa tak terulang.

”Begitu kami dengar ada keluhan seperti itu, paginya kami langsung kumpulkan semua pemilik warung makan di sana,” kata Kepala Disbudpar Jepara Mulyaji.

Mulyaji mengatakan, pertemuan tersebut dilaksanakan pada Selasa (27/12/2016) pagi. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Satpol PP ia menekanakna para pedagang, untuk tidak memanfaatkan situasi banyaknya pengunjung yang datang ke pantai.

”Bukan kepada pedagang di Bandengan saja. Tapi kepada seluruh pemilik warung makan di semua lokasi wisata yang ada di Jepara. Jangan aji mumpung,” tegasnya.

Dari pembinaan yang dilakukan, diketahui hanya warung milik Ibu Riyanti saja yang dianggap menerapkan harga yang tidak wajar. Sementara pedagang lainnya sudah mematok harga umum sesuai kesepakatan bersama.

”Hanya itu (warung Ibu Riyanti,red) yang memberlakukan harga demikian. Yang lain tidak. Kita sudah kroscek semua,” tegasnya.

Aji mumpung saat wisatawan banyak yang datang, diakui Mulyaji, memang sering dilakukan mereka yang bekerja di dunia wisata. ”Namun hal itu tetaplah salah. Tidak boleh begitu. Karena semuanya akan sangat dirugikan,” jelasnya.

Apalagi, menurut Mulyaji, di zaman media sosial seperti ini, setiap pengunjung begitu bebas untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya, usai menikmati liburan mereka di sebuah lokasi wisata. Maka, kejadian sebagaimana yang dialami pengunjung di Bandengan yang merasa dirugikan,  bisa tersebar kemana-mana.

”Pemilik tempat wisata atau warung makan di lokasi wisata, harus sadar itu. Kalau mereka tidak ingin rugi, maka harus benar dalam memberikan pelayanan. Semua orang sekarang bisa mengutarakan pendapatnya lewat medsos. Kalau itu sesuatu yang jelek, pasti akan bisa sangat merugikan. Baik pemilik maupun lokasi wisata itu sendiri,” paparnya.

Namun yang jelas, menurut Mulyaji, pihaknya sudah melakukan serangkaian upaya, agar hal itu tidak terulang kembali. Salah satunya dengan memasang spanduk pengumuman di lokasi wisata, untuk mengingatkan pengunjung memilih lokasi makan yang benar-benar kredibel.

”Sehingga pengunjung di lokasi wisata manapun, termasuk Bandengan, bisa menentukan sendiri warung makan mana yang mereka akan pilih. Dan pemilik warung makan akan bisa menerapkan harga yang wajar,” imbuhnya.

Dinas Akui Sebagian Besar Warung Tak Sertakan Daftar Menu

Begini Tindakan Dinas Pariwisata Jepara Antisipasi Pemilik Warung Makan ‘Nakal’ di Area Pantai Bandengan, Hebat..!!!

Disinggung terkait tidak adanya daftar menu, Mulyaji pun mengakui hal itu. Menurutnya, selama ini memang daftar menu itu memang belum ada.

”Hampir seluruh warung yang ada, memang belum ada daftar menu ya. Terkadang itu memang menyulitkan bagi pengunjung,” katanya.

Apalagi, komoditas aneka olahan seafood memang memiliki karakter berbeda dari olahan makanan lainnya. Misalnya ikan laut yang sering jadi favorit olahan saat berkunjung ke sebuah kawasan pantai.

”Kadang memang harganya naik turun, mengikuti musimnya. Sehingga harga bisa berubah-ubah memang,” jelasnya.

Namun, ditegaskan Mulyaji bahwa hal itu tidak boleh jadi patokan bagi pemilik warung makan, untuk menerapkan tarif seenaknya. Semua harus sesuai kewajaran yang ada, sehingga tidak ada yang dirugikan.

”Kita juga sudah tegaskan saat kita lakukan pembinaan kepada seluruh warung makan yang ada. Bahwa mulai saat ini, mereka harus menyertakan daftar menu. Sehingga pengunjung bisa memilih menu yang diinginkan. Tidak ragu-ragu lagi akan harga yang harus dibayarkan,” terangnya.

Mulyaji menambahkan bahwa pembeli terkadang memang kesulitan untuk melapor, jika menilai dirugikan. Meski ada paguyuban pedagang, namun soal harga adalah hak dari pemilik warung. Sehingga yang bisa dilakukan pihaknya, adalah memberikan imbauan dan pembinaan kepada pedagang, agar tidak melakukan praktik aji mumpung.

”Itu yang terus menerus kita lakukan. Membina pedagang, agar selalu menerapkan harga yang wajar. Juga bisa memberikan kualitas pelayanan yang baik bagi pengunjung mereka. Sehingga, wisatawan yang datang, juga akan merasa senang saat di sana. Dengan begitu, mereka akan kembali lagi suatu saat nanti,” imbuhnya.

Sumber: http://www.koranmuria.com/2016/12/28/51275/begini-tindakan-dinas-pariwisata-jepara-antisipasi-pemilik-warung-makan-nakal-di-area-pantai-bandengan.html
Editor: Supriyadi

Related Posts

0 komentar:

Poskan Komentar